Ikang Fawzi dan Ian Antono dalam Hanya Satu Kamu, Lagu untuk Marissa Haque

Ikang Fawzi dan Ian Antono dalam Hanya Satu Kamu, Lagu untuk Marissa Haque
Ikang Fawzi dan Ian Antono dalam Hanya Satu Kamu, Lagu untuk Marissa Haque

Total Tayangan Halaman

"Hanya Satu Kamu": oleh Ikang Fawzi (Sumpah Janji Ikang Fawzi untuk Marissa Haque)


Ikang Fawzi & Chandra Darusman: "Citra Bangsaku" (Panggilan Jiwa), 1982

1982, Ikang Fawzi & Chandra Darusman: "Citra Bangsaku" (Panggilan Jiwa), ILUNI (Alumni FISIP-UI dan FE-UI)

1, Karya Marissa Haque Fawzi (Ohio University, School of Film), Dosen: Prof. Jenny Granville

DAMAI BERSAMA MUSIK, 1

2, Karya Marissa Haque Fawzi (Ohio University, School of Film), Dosen: Prof Jennifer Granville

Damai Bersama Musik, 2

3, Karya Marissa Haque Fawzi (Ohio University, School of Film), Dosen: Prof. Jenny Granville

Damai Bersama Musik, 3

Ikang Fawzi dan Ian Antono dalam Live concert di Musicafe, Jakarta

Ikang Fawzi dan Ian Antono dalam Live concert di Musicafe, Jakarta
Ikang Fawzi dan Ian Antono dalam Live concert di Musicafe, Jakarta

Pada 2010, Menuju 25 tahun Cinta, Pernikahan dari Ikang Fawzi untuk Marissa Grace Haque

Pada 2010, Menuju 25 tahun Cinta, Pernikahan dari Ikang Fawzi untuk Marissa Grace Haque
Forever Love Ikang Fawzi to Marissa Haque melalui Kekuatan Cinta, Perhatian, Kasih-sayang, Musik dan Film

Pada 1984-1985, Kharisma Musik dan Lagu Ikang Fawzi Menyihir Marissa Haque

Pada 1984-1985, Kharisma Musik dan Lagu Ikang Fawzi Menyihir Marissa Haque
Film dan Musik Menjodohkan Ikang Fawzi & Marissa Haque dalam Rencana Sophan Sophiaan & Rima Melati

Our Infos Finder

Favorite Quotation of Ikang Fawzi

Learning to accept and love yourself, no matter what others think of you ( Dan Yaccarino in Marissa Haque Fawzi, 2010)



Tampilkan postingan dengan label Ikang Fawzi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ikang Fawzi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Agustus 2011

"Bercita-cita Manggung di KBRI Paris pada Tahun 2012 Besok bersama BIL (Brother in Law) Lovers: dalam Marissa Haque Fawzi"




"BIL (Brother in Law) Lovers: dalam Marissa Haque Fawzi"



Yuk gabung dengan BIL Lovers (the Brother in Law) dengan Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, dan Gilang Ramadhan.




Kindly please enter this address mentioned, as follow: http://www.youtube.com/watch?v​=_sALdI_Lwwc,  
 Regards, Marissa Haque Fawzi

Sabtu, 30 April 2011

Alhamdulillah Chikita Fawzi Penyanyi Rock Kecilku Membanggakan Bangsa (Trans7, 9 April 2011): Ikang Fawzi & Marissa Haque


1. Susi susanti

Lucia Francisca Susi Susanti (Hanzi: 王蓮香, Pinyin: Wang Lian-xiang, lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, 11 Februari 1971; umur 40 tahun) adalah seorang pemain bulu tangkis Indonesia.

Dia menikah dengan Alan Budikusuma, yang meraih medali emas bersamanya di Olimpiade Barcelona 1992. Selain itu, ia pernah juga meraih medali perunggu di Olimpiade Atlanta 1996.

International Badminton Federation (sekarang Badminton World Federation) pada bulan Mei 2004 memberikan penghargaan Hall Of Fame kepada Susi Susanti. Pemain Indonesia lainnya yang memperoleh penghargaan Hall Of Fame yaitu Rudy
Hartono Kurniawan, Dick Sudirman, Christian Hadinata, dan Liem Swie King.

2. Marsha Chikita

Putri indonesia yang menjadi Animator Film Upin-Ipin namanya Marsha Chikita, Putri Ikang Fawzi , kiki panggilan akrab anak ikang fauzi ini saat memulai Karirnya saat ikut program magang di perusahaan di Las’ Copaque Production(rumah produksi yang membuat film animasi Upin-Ipin). Sejak awal 2010, dia diterima di sana . Bahkan, dia merupakan satu-satunya orang Indonesia yang bekerja di perusahaan tersebut. Dia terjun langsung ikut membuat animasi film anak-anak yang banyak digemari di Indonesia itu.

Meski magang, Kiki sudah dibayar RM 500 (ringgit Malaysia) atau Rp 1.400.000 (kurs 1 RM = Rp 2.800) per bulan. Lantaran pekerjaannya dinilai istimewa, Kiki akhirnya diterima sebagai karyawan dengan gaji lebih besar. Namun, mulai September ini, dia harus mengambil cuti untuk menyelesaikan tugas akhir kuliahnya.

3. Michelle Wibowo

BERITA mengenai rencana pernikahan Pangeran William dan Kate Middleton semakin merajai halaman media.

Mulai dari konsep pernikahan, gaun pengantin yang akan digunakan, hingga tamu undangan yang direncanakan hadir, semua ramai dibahas. Dari rencana pernikahan terakbar tahun ini, muncul sebuah kabar membanggakan.

Michelle Wibowo, seorang koki asal Semarang, baru-baru ini ditunjuk sebagai pembuat kue pengantin untuk pernikahan Pangeran William – Kate. Penunjukkan Michelle sebagai koki pernikahan kerajaan ini dimulai dari keikutsertaannya dalam kompetisi yang diadakan Ideal Home Show di Earls Court London. Dalam kompetisi ini, Michelle keluar sebagai Ideal Home Cake Decorator of the Year.

Dalam kompetisi itu, Michelle menghabiskan lebih dari 80 jam untuk membuat sebuah cake berbentuk wajah Pangeran William dan Kate Middleton. Kue yang diukir dalam bentuk 3 dimensi ini dilapisi selai apricot, 10 kg marzipan dan 10 kg icing sugar. Setelah dilapisi icing sugar, cake ini kemudian diwarnai melalui teknik airbrush agar warnanya lebih terlihat nyata.

4. Anggun C. Sasmi

Anggun Cipta Sasmi (lahir di Jakarta, 29 April 1974; umur 36 tahun) adalah penyanyi asal Indonesia yang saat ini telah memiliki kewarganegaraan Perancis. Ia merupakan putri dari Darto Singo, seorang seniman Indonesia dan Dien Herdina, seorang perempuan yang masih kerabat Keraton Yogyakarta. Mengawali kariernya dengan tampil di panggung Ancol di usia 7 tahun, Anggun kemudian merekam album anak-anak 2 tahun kemudian. Di bawah bimbingan Ian Antono, Anggun memulai debutnya di Indonesia di tahun 1986 melalui album Dunia Aku Punya. Pada usianya yang masih sangat muda Anggun telah berhasil menggapai puncak popularitasnya sebagai penyanyi rock di Indonesia dengan diraihnya penghargaan "Artis Indonesia Terpopuler 1990-1991". Pada tahun 1994, Anggun memutuskan untuk meninggalkan Indonesia dan mewujudkan impiannya menjadi artis bertaraf internasional. Dengan bantuan Erick Benzi, seorang komposer besar Perancis, pada tahun 1997, Anggun berhasil merilis album internasional pertamanya, Snow on the Sahara, di lebih dari 33 negara di seluruh dunia.

Saat ini Anggun bermukim di Perancis dan Kanada untuk melanjutkan karier internasionalnya. Sejak tahun 1997, album-album Anggun direkam dalam dua bahasa, Inggris dan Perancis. Dengan 4 album internasionalnya, Anggun tercatat sebagai salah satu penyanyi Asia paling sukses di luar Asia.

5. Griselda Sastrawinata

Griselda Sastrawinata adalah seorang animator asal indonesia yang bekerja sebagai visual development artist (tim pengembangan animasi) di rumah produksi Dreamworks yang menghasilkan film2 animasi terkenal Shrek 4 dan film animasi lainnya seperti madagascar,Kung Fu Panda & Bee movie.

6. Crhistine Hakim

Herlina Christine Natalina panjaitan Hakim (lahir di Kuala Tungkal, Jambi, 25 Desember 1956; umur 54 tahun) atau lebih dikenal dengan nama Christine Hakim adalah salah satu aktris senior dan terkemuka di Indonesia.

Christine Hakim telah meraih beberapa penghargaan untuk beberapa filmnya yaitu:
1. Piala Citra sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik, dalam film Cinta Pertama (1977)
2. Piala Citra sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam film Sesuatu Yang Indah (1979)
3. Piala Citra sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam film Pengemis dan Tukang Becak (1978)
4. Piala Citra sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam film Kerikil-Kerikil Tajam (1985)
5. Piala Citra sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam film Di Balik Kelambu (1982)
6. Piala Citra sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam film Tjoet Nja' Dhien (1988)
7. Best Actrees pada Asia Pasific International Film Festival

7. Srimulyani

Sri Mulyani Indrawati (lahir di Bandar Lampung, Lampung, 26 Agustus 1962; umur 48 tahun) adalah wanita sekaligus orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Jabatan ini diembannya mulai 1 Juni 2010. Sebelumnya, dia menjabat Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Bersatu. Begitu, dia berkantor di Kantor Bank Dunia, dia praktis meninggalkan jabatannya sebagai menteri keuangan. Sebelum menjabat menteri keuangan, dia menjabat Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dari Kabinet Indonesia Bersatu. Sri Mulyani sebelumnya dikenal sebagai seorang pengamat ekonomi di Indonesia. Ia menjabat Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI) sejak Juni 1998. Pada 5 Desember 2005, ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan perombakan kabinet, Sri Mulyani dipindahkan menjadi Menteri Keuangan menggantikan Jusuf Anwar. Sejak tahun 2008, ia menjabat Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, setelah Menko Perekonomian Dr. Boediono dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia.

Ia dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia untuk tahun 2006 oleh Emerging Markets pada 18 September 2006 di sela Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura. Ia juga terpilih sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes tahun 2008 dan wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia bulan Oktober 2007.

Minggu, 10 April 2011

Setuju Musik Masuk ke Dalam Kurikulum: Ikang Fawzi & Marissa Haque



Jum'at, 04 Maret 2011 17:15 wib

Sumber: http://kampus.okezone.com/read/2011/03/04/373/431483/indonesia-butuh-kurikulum-musik

SURABAYA- Kondisi pelajaran musik di sekolah dasar hingga menengah atas kian memprihatinkan. Bahkan pola-pola pembelajaran terkesan monoton sehingga siswa tidak memahami musik secara pasti. Pelajaran musik di Indonesia hanya sebatas teori saja.

Hal itu disampaikan Ketua Music Teacher Association of Indonesia (MTAoI) Ivon Maria Pek Pien. "Pelajaran musik di Indonesia sangat jauh tertinggal dibanding luar negeri. Oleh karena itu, melalui MTAoI ini akan diperjuangkan agar terwujudnya kurikulum musik skala nasional," kata Ivon di sela-sela acara Open Piano Competition The 11th Galaxy International di Hotel JW Marriot, Jalan Embong Malang, Surabaya, Jum'at (4/3/2011).

Dia menambahkan, di Indonesia, sekolah musik selalu dicampurkan dengan sekolah umum. Beberapa siswa selalu dibebani dengan pelajaran musik yang hanya teori saja. MTAoI berencana menggulirkan kurikulum bagi perkembangan musik di Indonesia, yakni bagaimana menanamkan musik secara benar sejak dini. Kemudian, ketika siswa beranjak dewasa dapat menerapkan musik tanpa harus les privat lagi.

Ivon mengkritik, Indonesia tidak memiliki konservatorium, sebuah wadah untuk mencari bakat-bakat musisi. Di luar negeri, seperti di New York dan Eropa, konservatorium ini sudah melembaga. "Kabarnya sih akan ada pembangunan konservatorium di Indonesia. Sayangnya yang mendanai bukan pemerintah Indonesia, melainkan pemerintah Belanda bekerja sama dengan kampus Widya Mandala Surabaya," ungkapnya. (rfa)(rhs)

Sabtu, 12 Maret 2011

Berdua Marissa Haque Ikang Fawzi Bikin Buku tentang Properti-tainment


MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Penyanyi rock Ikang Fawzi sedang menggarap buku Propertitainment yaitu tentang properti dan entertainment, sesuai dengan usaha yang sedang digelutinya sekarang. Buku ini digarapnya bersama dengan istrinya, Marissa Haque. "Dalam waktu dekat saya berencana meluncurkan buku tentang proses kreatif Mas Ikang dalam bermusik.

Sebelumnya saya menulis buku berjudul Bahasa Kasih tentang pengajaran bahasa Inggris Bagi Tuna Rungu dan Aminah tentang anak-anak dan lingkungan hidup," ungkap Marissa yang juga pernah mencalonkan diri sebagai Gubernur Banten. Marissa datang ke Makassar sebagai Duta LP3I. Selama di Makassar, Marissa berpromosi tentang LP3I dan tuntutan zaman yang membutuhkan tenaga kerja yang andal. Menemani Marissa, Ikang juga mengunjungi Trans Studio Theme Park.

Dalam kunjungannya ke Trans Studio, Ikang sempat malantunkan dua lagu yang berjudul It's My Life yang dipopulerkan Bon Jovy dan Munajat Cinta yang dipopulerkan The Rock. Ikang juga memiliki hubungan keluarga dengan Ishadi SK, salah satu pengelola Trans Corp.(*)

Penulis : Edi Sumardi
Editor : Amir Pallawarukka


Berdua Marissa Haque Ikang Fawzi Bikin Buku tentang Properti-tainment

Kamis, 10 Februari 2011

Ikang Fawzi & Marissa Haque: 10 Tahun Pernikahan Shahnaz Haque-Gilang Ramadhan

10 Tahun Pernikahan Shahnaz Haque-Gilang Ramadhan: “Kalau Tidak Tahan, Anak Kami Bisa 24 Orang”

gilang-shahnaz-julian

Gilang Ramadhan & Shahnaz Haque (Julian/BI)

“PERNAH lihat orang Jepang bermata belo tidak?” celetuk Shahnaz Haque (38) sambil berpose dengan kostum kimono ala wanita Jepang.

Sang suami, Gilang Ramadhan (47) hanya tersenyum melihat polah istrinya. Beberapa detik kemudian, Shahnaz sudah berada tepat di samping Gilang yang asyik menguyah kacang.

“Kami sedang pacaran, lagi kencan,” ceplos Shahnaz tersenyum kecil.

Pacaran yang dimaksud Shahnaz dan Gilang, tentu saja menghabiskan waktu bersama tanpa diusik ketiga anaknya.

"Anak-anak kami sedang sekolah. Kami sering memanfaatkan waktu sempit ini untuk jalan-jalan,” ujar Gilang.

Kami meminta pendapat Gilang tentang penampilan istrinya saat itu. “Hmm... jadi nafsu nih, habis kamu seperti paduan cewek Jepang dan India sih,” Gilang tersenyum nakal.

Dibilang begitu, pipi Shahnaz memerah. Beginilah keseharian pasangan Shahnaz Haque-Gilang Ramadhan. Penuh keceriaan dan selalu mesra.

“Tidak terasa, Mei nanti pernikahan kami berumur 10 tahun. Akhirnya, sampai juga ya pah, enggak disangka,” Shahnaz tersenyum dan disambut tawa Gilang.

“Tapi Gilang bukan pria yang romantis. Dia tidak pernah memberi saya bunga, cokelat apalagi lagu. Dia hanya memberi saya tiga anak yang lucu-lucu dan mukanya mirip Gilang semua. Itu lebih dari cukup,” jawab Shahnaz ketika ditanya kado apa yang ingin ia terima dari Gilang di perayaan 10 tahun pernikahannya nanti.

“Jadi, kami tidak bikin perayaan apa-apa. Kita bikin anak saja yuk pah,” Shahnaz tersenyum manja. Suami-istri ini berbagi pengalaman mengarungi bahtera rumah tangga 10 tahun terakhir lengkap dengan lika-likunya.

Masa-masa Sulit di Awal Pernikahan

Merunut awal percintaan hingga rumah tangga mereka dianugerahi tiga bidadari cantik, Shahnaz bertutur pernikahannya pernah melalui masa sulit.

“Itu lumrah, setiap rumah tangga pasti mengalami itu,” bilang Shahnaz. Yang jadi perkara, Shahnaz-Gilang justru mengalami masa sulit di awal pernikahan.

“Di usia 29 tahun, saya sudah memilki segalanya. Punya rumah sendiri dan materi yang berkecukupan, pekerjaan dan gelar.. Saya tidak terburu-buru menikah karena itu bukan sesuatu yang mendesak. Tiba-tiba Allah mempertemukan kami dan saya benar-benar tidak bisa berkutik,” ungkap Shahnaz.

Itu yang jadi masalah. Meski Shahnaz yakin Gilang jodohnya, mengubah pola hidup yang sudah tersusun rapi kemudian hidup dalam satu atap tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Jelas ada perbedaan.

”Namanya juga rumah tangga, pastilah ada ribut-ribut kecil karena perbedaan pendapat. Menyatukan dua pribadi yang sudah matang itu sulit sekali,” bilang Shahnaz.

Untungnya itu tidak lama. Satu bulan menikah, Shahnaz hamil. Keadaan berubah membaik.

“Saya jadi percaya ungkapan anak bisa mempersatukan orangtua. Hubungan kami jadi dekat karena Gilang mengurusi kehamilanku,” sebut adik Marissa Haque ini.

Sejak Shahnaz hamil, Gilang melakukan perubahan besar dalam hidupnya. Dari rocker menjadi pengasuh bayi.

“Salah satu yang bikin kami bertahan sampai saat ini, karena saya tahu dia sayang banget dengan anak-anak. Dia ikut temani aku bangun jam dua pagi ketika aku harus menyusui bayi. Malah, dia lebih telaten dari aku dalam mengurus bayi,” ungkap Shahnaz.

Yang dibutuhkan istri adaah sosok pria yang bisa melindungi dan merawat anak-anaknya. Gilang sudah lebih dari cukup memenuhi kriteria Shahnaz menjadi suami yang baik.

Jika anak bisa mempersatukan mereka, tak heran bila sebulan setelah putri pertamanya, Pruistin Aisha, Shahnaz hamil lagi.

“Awal-awal pernikahan kami sudah disibukkan dengan dua buah hati. Ternyata Gilang tokcer juga ya. Makanya, menikahlah dengan orang Sunda,” kata Shahnaz sambil terkekeh.

Giliran Gilang menimpali sambil menahan senyum.

“Mungkin, kalau tidak ditahan, anak kami bisa berjumlah 24 orang.”

Gilang Ramadhan: Poligami?

Era ’80 sampai ‘90-an, siapa yang tak kenal Gilang Ramadhan? Tabuhan drumnya mampu menyihir banyak wanita. Rockstar memang selalu identik dengan wanita.

Namun, apa yang membuat Gilang bisa setia pada satu cinta?

”Saya punya prinsip, satu saja pusing mengurusnya apalagi dua atau tiga,” kata Gilang menjawab apakah dia setuju poligami.

Ia membayangkan, jika dirinya menikah lagi, korbannya bukan hanya Shahnaz, tapi juga anak-anak.

“Yang namanya kasih sayang itu enggak bisa dibagi-bagi. Anak-anak pasti merasakan,” cetusnya.

Inilah yang menenangkan hati Shahnaz. Ia bersyukur, Tuhan menjodohkannya dengan Gilang.

“Saya pernah berpikir. Mungkin melamun. Banyak pasangan lain yang tidak sebahagia saya. Ada maasalah rumah tangga atau kelakukan si suami yang aneh-aneh. Di situ saya bersyukur memiliki Gilang. Dai begitu menyayangi keluarga ini. Bahkan, bisa dibilang, dia lebih takut menyakiti hati anak-anaknya ketimbang menyakiti hati istrinya sendiri. Itu yang saya kagumi,” urai Shahnaz.

Mereka berharap, usia rumah tangga ini tidak berhenti sampai bilangan sepuluh saja. Masih ada belasan dan puluhan tahun lagi yang harus dilalui.

“Setiap hari kami berusaha membenahi kekurangan masing-masing. Komunikasi itu poin yang amat penting untuk pernikahan ini,” sebut Gilang.

“Janji ya pah, jangan tinggalkan aku. Meninggalnya jangan cepat-cepat, nanti aku tidak ada yang menemani,” pinta Shahnaz diiringi anggukan kepala Gilang. Duh mesranya.

(jul/gur)

Sumber: http://www.tabloidbintang.com/berita/sosok/8819-10-tahun-pernikahan-shahnaz-haque-gilang-ramadhan-kalau-tidak-tahan-anak-kami-bisa-24-orang.html

Selasa, 14 Desember 2010

Ikang Fawzi Penyanyi Rock Indonesia Pertama dapat MBA dari UGM: dalam Marissa Haque


Ikang Fawzi (Foto:Arie Yudhistira/Koran SI)


JAKARTA - Ikang Fawzi tengah bergembira. Jerih payahnya kuliah selama 1,5 tahun berbuah manis. Suami Marissa Haque ini meraih gelar MBA dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

"Saya senang sekali akhirnya bisa dapat gelar. Saya kuliah selama 1,5 tahun. Selesainya bisa cepat karena saya serius sekali," ungkap Ikang yang dihubungi okezone, Selasa (14/12/2010).

Rocker kelahiran 23 Oktober 1959 itu mengambil judul tesis Analisa Strategi Bisnis Properti-tainment di Salah Satu Industri Bisnis Properti (studi pada PT Impian Jaya Ancol). Dia membuat tesis dengan judul demikian dengan alasan tersendiri.

"Saya pikir bisnis ini kan yang penting bisa berkelanjutan. Banyak yang berbisnis, tapi kemudian hilang. Kalau Ancol ini pernah diterpa krisis ekonomi 1998 dan 2008, tapi bisa bertahan karena dia menggunakan properti-tainment. Jadi entertainment itu untuk mempercepat recover industri properti yang sedang lesu," bebernya.

Berkat keseriusan dalam menggarap tesis setebal 300 halaman, ayah dua anak ini mendapat nilai sempurna, A. "Secara ilmiah itu memang bidang saya. Intinya, di situ saya gunakan ilmu yang saya punya. Jadi saya lama di entertain, kemudian ingin saya ilmiahkan," urainya.

Disinggung tentang kegiatan sang istri yang giat menimba ilmu, Ikang memberikan pujian.

"Wah, kalau dia sih gila sekolah. Kalau saya enggak seperti dia yang sekolah terus kayak sudah jadi makanan sehari-hari. Mungkin kalau dia di UGM mengambil dua gelar sekaligus, MBA dan hukum (MA)," katanya.(ang)



Minggu, 12 Desember 2010

Musik untuk Keindahan Yogyakarta & Merapi: Ikang Fawzi & Marissa Haque


Marissa Haque & Ikang Fawzi - Kena Imbas Letusan Merapi

by Redaksi Web

Wednesday, 03 November 2010 05:49

Meski tak berada dekat dengan lokasi kejadian, namun pas letusan Gunung Merapi yang terjadi di Yogyakarta beberapa waktu lalu membuat artis Marissa Haque secara tak langsung terkena imbasnya juga. Hal itu dikarenakan Marissa mengaku memiliki banyak sahabat yang tinggal di Yogyakarta.

"Saat mendengar Merapi meletus, saya langsung menghubungi beberapa sahabat, dosen dan orang-orang terdekat saya yang tinggal di sana. Alhamdulillah mereka semua selamat," ungkap Marissa Haque saat dikonfirmasi lewat telepon,kemarin malam.

Terlebih, dirinya yang sekarang masih menempuh pendidikan gelar MBA untuk jurusan ekonomi bisnis di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta jadi terhambat dikarenakan adanya bencana yang terjadi.

"Ini adalah tahun kedua saya. Kebetulan bersama suami juga sedang menyelesaikan kuliah kami untuk program MBA di UGM. Dan seharusnya mas Ikang dalam waktu dekat ini sudah bisa ujian untuk mendapatkan gelar MBA untuk studi corporate strategis real estate. Tapi karena adanya bencana ini, Mas Ikang harus menunggu jadwal ujian sampai keadaan di sana aman," tandas Marissa.

Namun demikian artis yang beberapa waktu lalu sempat dicalonkan PKS menjadi wakil gubernur Banten ini merasa kalau semua ini ada hikmahnya.

"Kami ambil hikmahnya saja untuk kami berdua dalam melatih kesabaran," pungkas Marissa. (kapanlagi)

Sembari Menunggu Klip BIL Tayang, Ujian MBA dari UGM Alhamdulilllah Niscaya: Ikang Fawzi


Ujian MBA Ikang Fawzi dari Fakultas Ekonomi-Bisnis, UGM (Universitas Gajah Mada) di

Yogyakarta.

Senin, 07 Juni 2010

Suara Bahagia Utha Likumahuwa: Marissa Haque untuk Ikang Fawzi dalam “REUNI”


Mas Utha (Utha Likumahuwa) adalah penyanyi pop-jazz terkenal Indonesia yang merupakan salah seorang sahabat Ikang Fawzi suamiku sejak lebih dari seperempat abad yang lalu.

Setelah secara pribadi saya lama sekali tidak berjumpa, pada akhir tahun 2009 dan awal tahun 2010 yang lalu keluarga kami alhamdulillah mendapat curahan rezeki untuk show di kota Medan, Sumatra Utara dengan honorarium yang tidak kecil melalui Mas Utha dan Mbak Deby istrinya. Y


ah…an old and new yang sangat berkesan sebagai pertanda kebangkitan kembali suamiku didunia music dan tarik suara. Karena selain tembang-tembang kenangan masa 80-an yang belakangan ini kembali ‘in’ karena masih sangat disukai masyarakat luas Indonesia, juga dikarenakan banyak yang menganggap bahwa musik tahun 80-an punya ciri yang tak dapat disamakan dengan era musik era sebelum maupun sesudahnya. Kali ini di Hotel Scarlet, Dago, kota Bandung, keluarga kami dan keluarga Mas Utha kembali dipertemukan bersama grup “REUNI” yang dikomandani oleh salah satu perncetusnya bernama Adjie Soetama.

Berawal dari paguyuban rasa kangen sesama musisi-penyanyi 80-an, grup Reuni dideklarasikan pada sekitar pertengahan tahun 2009 lalu. Alhamdulillah rekaman perdana grup ini sangat lancar, album Reuni kini telah beredar di berbagai gerai kaset Disc Tara diseluruh Indonesia. Hasil penjualan album oerdana Reuni-pun alhamdulillah laris-manis-tanjung kimpul!

Terkait dengan acara malam ini di gedung Sambuga, kota Bandung, atas jasa Ikang Fawzi suamiku yang sejak telah beberapa saat lalu telah menjalin kerjasama dengan Departemen Pekerjaan Umum dan juga atas arahan Ibu Ir. Yennel, MSi dan alumni ITB angkatan ’75, malam ini pada pukul 19.00 tertanggal 6 Juni 2010 perhelatan semi-akbar “Wayang Jazz dan Reuni” dilangsungkan. Suasana sangat nyaman, penuh bahasa kasih, akrab, serta aman-menyenangkan menyeruak. Para pekerja seni Indonesia angkatan 80’an ini memang sejujurnya amat-sangat kompak dan mampu cepat berbaur dengan para alumni ITB angkatan ’75.

Sejak pertama dibentuknya, memang para personil grup Reuni ini saling dukung, saling menunjang, serta saling bertukar job satu dengan lainnya. Adjie Soetama misalnya, yang dari dulu memang berbakat entrepreneur ternyata didalam perjalanan waktunya semakin terasah marketingship serta salesmanship-nya. Kemudian dengan bergabungnya Ikang Fawzi suamiku dalam grup Reuni tersebut, alhamdulillah me-leverage kepastian masukan job grup ini setiap bulan sejak grup Reuni ini didirikan.

Rezeki suamiku artinya rezeki saya dan juga anak-anak dirumah. Yang lebih penting diatas itu semua adalah bahwa ada rasa bahagia tertentupada hatiku ini kala melihat Ikang Fawzi suamiku yang bila sudah berkumpul dengan teman-teman musisinya yang tidak dapat lebih lanjut saya uraikan dengan kata-kata. Dunia yang saya fahami sebagai sejenis’tonikum’ bagi kesehatan jiwa, mental-spiritual suamiku. Yah, memang yang namanya pekerja seni, mau apapun profesi dirinya dalam bidang-bidang lain yang tak berkaitan langsung dengan kesenian, bila memang ada waktu yang tepat, energi yang belum terbuang, dan komunitas yang menunjang, maka kembali kepada dunia berkesenian saya duga akan memperpanjang umur kami-kami ini karena hati yang bahagia dan hirupan energi positif dari alam lingkungan hidupnya.

Lihatlah bagaimana Ikang Fawzi suamiku dalam usianya yang telah 50 tahun itu tetap fit dan terlihat 10 tahun lebih muda. Begitu juga Mas Utha Likumahuwa yang telah hampir 60 tahunan, terlihat juga 10-15 tahun lebih muda. Saya meyakininya sebagai anugerah tak ternilai dari Allah Azza wa Jalla terhadap dunia kehidupan yang membuat hati mereka selalu berbaik sangka dan ber-positif thinking. Dan sebagai istrinya didalam doa serta didalam asa selalu ingin berbagi rasa dan jiwa yang senada dalam irama simfoni dalam suka dan duka serta ingin hidup bahagia sampai tua berdua bergandengan tangan dengan Ikang Fawzi suamiku, kebahagiaan suamiku adalah kebagaianku dan keluarga juga adanya. Bahkan sangat kupercaya bahwa secara sadar cinata kami—Ikang Fawzi dan saya Marissa Haque adalah ‘tuk yang pertama dan terakhir…sampai mati satu suami satu istri sampai mati. Insya Allah demikian adanya… saya melihat suasana bathin seperti ini juga ada pada pasangan Addie MS dan Memes Adisaputra sahabat lainnya lagi dari Ikang Fawzi suamiku. Dulu kami merupakan dua pasang figur publik yang sangat mesra yang diajak oleh BASF Award keliling Eropa Barat karena prestasi sebagai aktivis industri musik Indonesia yang mendongkrak penjualan kaset berkat karya nyata dan produksinya. Kami juga saat itu bernagkat bareng Utha Likumahuwa, namun Utha saat itu tidak membawa istrinya.

Nah, gaya hidup Addie MS dan Memes Adisaputra dari dulu hingga kini tetap sama, yaitu ramai penuh kasih dan tawa serta mesra. Kurang lebih Ikang Fawzi suamiku dan saya sendiri seperti itu, paling kalau ada perbedaan hanyalah bahwa kehidupan kami sekarang sejak sepuluh tahun yang lalu menjadi lebih Islami dan berkiblat kepada menjalankan syariat Islam dengan lebih baik dari hari kemarin. Dalam dalam keradaan hidup dan cara menghidupkan hati bahagia, rasanya isnya Allah melalui dunia musik dan para musisi negeri ini kebaikan hati dalam positif thinking yang akan memperpanjang umur insya Allah menjadi bagian dari hari-hari kehidupan yang banyak membawa manfaat dunia dan akhirat.
Bila Utha Likumahuwa dan keluarganya, Addie MS dan keluarganya, serta Ikang Fawzi dan keluarga dapat lebih terlihat awet muda, bahagia, dan insya Allah panjang umur, barangkali kehidupan musisi sehat tanpa narkoba seperti keluarga kami bertiga Utha, Addie MS, dan Ikang Fawzi dapat menjadi promosi positif atas musik sebagai pilihan profesi hidup yang membawa manfaat bagi diri, keluarga, masyarakat sekeliling, serta Indonesia. Dari angkatan 80-an menuju Indonesia bahagia menjawab tantangan zaman…

Insya Allah….

Mendorong Kedua Putrinya Produktif Mencipta Lagu dan Mausik: Marissa Haque untuk Ikang Fawzi

Musik dan lagu membuat keluarga kami berbahagia alhamdulillah selamanya... insya Allah...

Minggu, 23 Mei 2010

Balerina Menari Kau 'tukku: Ikang Fawzi (1984)

Seorang Balerina dalam Lagu Ikang Fawzi 1984

Siapakah yang di'ingin'kan oleh Ikang Fawzi didalam lagu tersebut?

Aha! ternyata tak lain tak bukan adalah sang gadis bermata indah bernama Marissa Haque atau Marissa Grace anak Pak Haque karyawan elit dari PT Pertamina Pusat di Jakarta.

Namun sayangnya entah karena apa, lagu tersebut sampai sekarang hanya disimpan Ikang didalam file-nya dan belum ingin dia terbitkan kedalam produksi musik dan lagu pop karya utuhnya...

Diduga Foto yang Membuat Christine Panjaitan Cemburu: Anis Chan Pos Film

Gosip Lama 1985: Foto Awal Pacaran Ikang Fawzi & Marissa Haque di Pos Film yang Membuat Christine Panjaitan Cemburu

Foto terlampir dibawah ini, tercatat didalam memoar-ku sebagai 'sepotong entitas' yang pernah membuat Christine Panjaitan merasa sangat cemburu & menelpon kekantor kakak tertua Ikang Fawzi pacarku saat itu yaitu Kak Uttie Tangkau-Fawzi di Japex (Japan Petroleum Explorations) Jakarta untuk sekedar menanyakan kebenaran berita yang ditulis oleh almarhum wartawan Pos Film Anis Chan.Isi berita kurang lebih adalah pernyataan Ikang bahwa ia telah resmi memperoleh pendamping bernama Marissa Haque lawan mainnya didalam film berjudul: "Tinggal Landas Buat Kekasih" yang disutradarai oleh Sophan Sophiaan (alm).


*Foto Awal Pacaran Ikang Fawzi & Marissa Haque di Koran Pos Film/Pos Kota Grup kalau tidak salah (1985), photography by Pak Anis Chaniago (alm).

Musik adalah Nafas Kehidupan Ikang Fawzi sampai Kapanpun: Marissa Haque


Marissa Haque istri Ikang Fawzi yang sangat penuh pengertian mengakui bahwa dirinya harus merelakan sebagian dari waktu suaminya khusus untuk musik dan teman-teman bermusiknya.
Kualitas cinta iKang dan Marissa didalam berumah tangganya memang dipenuhi berbagai irama alunan musik, dari rock sampai klasik dan pop.
Dan kecintaan itu menurun kepada kedua anak gadis mereka Bella dan Kiki.

Friends are Forever: Addie MS, Ikang Fawzi, Adjie Soetama, Memes Adisaputra, Lilo Kla, Oddie Agam, Rida Bandung

Forever Friends
Mereka semua itu adalah Addie MS, Ikang Fawzi, Adjie Soetama, Memes Adisaputra, Lilo Kla, Oddie Agam, Rida Bandung yang silaturahimnya kembali terajut berkat kehandalan Ajie Soetama dan Kejelian Memes Adisaputra Addie MS melihat lubang pasar walau di sekecil jarum melalui Album "Reuni" yang baru saja launching.
Inilah makna sesungguhnya persahabatan...

PEMAKAMAN AYAHANDA IKANG FAWZI DI TPU TAMAN KUSIR: dari kapanlagi.com


Kehilangan



Berita duka datang dari musisi/politikus Ikang Fawzi. Sang ayah, Fawzi Abdul Rani, menghembuskan nafas terakhirnya tepat pukul 17.20, Senin (29/06/09) kemarin. Dan rencananya, ayahanda Ikang akan dimakamkan siang ini. Sebenarnya, ayah Ikang tidak menderita sakit parah, namun suami Marissa Haque itu menuturkan jika segalanya memang sudah takdir dari Yang Maha Kuasa. Proses penguburan sendiri dilakukan pada Selasa (30/06/09) di Pemakaman Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan

Ikang Fawzi di Percaya Departemen Pekerjaan Umum, Alhamdulillah


Bersama Twillight Orchestra pimpinan Addie MS, Ikang Fawzi dipercaya berkali-kali menampilkan acara pada internal gathering mereka disana.
Dalam gambar ini tampak Ikang Fawzi sangat serius ketika menjalani latihan bersama tim REUNI di aula Dept PU Jakarta beberapa saat yang baru saja lalu.
Bersama Oddie Agam, Lilo Kla, addie MS sendiri, Memes Maemunah Adisaputra, Adjie Soetama, Utha Likumahuwa, kebersamaa pertemanan mereka terlihat sangat harmoni dan abadi.
Insya Allah demikian adanya...amiiin...

Senin, 10 Mei 2010

Utha Likumahuwa Sahabat Ikang Fawzi


Utha Likumahuwa Sahabat Ikang Fawzi

Addie MS dan Utha Likumahuwa Sahabat Ikang Fawzi



Addie MS dan Utha Likumahuwa Sahabat Ikang Fawzi

Reuni Ikang Fawzi


Kebahagiaan bersama adalah energi penggerak mitra artis penyanyi dan musisi angktan 80-an ini. DI PIM 2 kemarin diadakan konferensi pers terkait peluncuran album perdana mereka daur ulang beberapa lagu lama bertajuk "REUNI". Tak kenal maka tak sayang...hayuuuh...anak muda, mari belajar dari para senior dalam hal bermusik total dengan hati! Dan jangan lupa untuk segera memebeli CD "REUNI" dibanyak gerai musik Disc Tara diseluruh Indonesia.

Musik dalam Gebyar BCA, 2008

Musik dalam Gebyar BCA, 2008
Yuni Shara Penyanyi Favorite Marissa Haque Istri Ikang Fawzi

Musik adalah Nafas Hidup Ikang Fawzi

Musik adalah Nafas Hidup Ikang Fawzi
Nafas Hidup Ikang Fawzi Suami Marissa Haque di Dalam Karya Musik rock Indonesia

Ikang Fawzi Menyapa Hati Bella Fawzi sang Sulung dengan Musik

Ikang Fawzi Menyapa Hati Bella Fawzi sang Sulung dengan Musik
Musik adalah Bahasa Komunikasi di Rumah Ikang Fawzi & Marissa Haque

Chikita Fawzi sang Bintang Musik Rock Indonesia di Malaysia

Chikita Fawzi sang Bintang Musik Rock Indonesia di Malaysia
Bersahabat dengan Anak Menularkan Cinta Seni Musik Rock

Rock Indonesia Selalu bersama Ikang Fawzi & Ian Antaono

Rock Indonesia Selalu bersama Ikang Fawzi & Ian Antaono
Rock Indonesia bersama Ikang Fawzi & Ian Antono

Lustrum & Dies Natalis FH UGM, Justice for Indonesia, Marissa Haque Istri Ikang Fawzi

Lustrum & Dies Natalis FH UGM, Justice for Indonesia, Marissa Haque Istri Ikang Fawzi
Lustrum & Dies Natalis FH UGM, Justice for Indonesia, Marissa Haque Istri Ikang Fawzi MC Yogyakarta, FH UGM, Manusia Setengah Dewa

Musik Rock Meng-embeded pada Bella Fawzi Sulung Ikang Fawzi

Musik Rock Meng-embeded pada Bella Fawzi Sulung Ikang Fawzi
Musik Rock Meng-embeded pada Bella Fawzi Sulung Ikang Fawzi

Ikang Fawzi Inspirasi Bermusik

Ikang Fawzi Inspirasi Bermusik
Ikang Fawzi Inspirasi Bermusik

Insya Allah Ikang Fawzi & Marissa Haque adalah Contoh Berumah Tangga Seniman Terbaik Indonesia

Insya Allah Ikang Fawzi & Marissa Haque adalah Contoh Berumah Tangga Seniman Terbaik Indonesia
Cinta Ikang Fawzi pada Marissa Haque di Pandang Pertamanya pada Film Arahan Sophan Sophiaan (1984), Musik dan Film adalah Perekatnya

Ikang Fawzi dan Addie MS, Twilight Ochestra

Ikang Fawzi dan Addie MS, Twilight Ochestra
Ikang Fawzi dan Addie MS, Twilight Ochestra

UGM Tercinta, Ikang Fawzi & Marissa Haque, Kenangan Kemenangan kecil Marissa Haque, Ikang Fawzi

UGM Tercinta, Ikang Fawzi & Marissa Haque, Kenangan Kemenangan kecil Marissa Haque, Ikang Fawzi
UGM Tercinta, Ikang Fawzi & Marissa Haque, Kenangan Kemenangan kecil Marissa Haque, Ikang Fawzi, MM UGM, Program MBA, Yogyakarta, 25 Januari 2011

Isabella Fawzi, anak Ikang Fawzi & Marissa Haque, Dear Dad! this is for you!

Isabella Fawzi, anak Ikang Fawzi & Marissa Haque, Dear Dad! this is for you!
Isabella Fawzi, anak Ikang Fawzi & Marissa Haque, Dear Dad! this is for you!

Ikang Fawzi Suami Marissa Haque, Malam Perpisahan Sehari sblm Wisuda, MBA dari FEB UGM,

Ikang Fawzi Suami Marissa Haque, Malam Perpisahan Sehari sblm Wisuda, MBA dari FEB UGM,
Penyanyi Rock Indonesia Pertama dapat MBA dari UGM, Ikang Fawzi Suami Marissa Haque, Malam Perpisahan Sehari sblm Wisuda, MBA dari FEB UGM, Jan 2011

Musik Mempersatukan Setiap Lini Sosial, Ikang Fawzi & Marissa Haque, dan FH UGM di Lereng Merapi

Musik Mempersatukan Setiap Lini Sosial, Ikang Fawzi & Marissa Haque, dan FH UGM di Lereng Merapi
Silaturahim KAGAMA bersamaFH UGM di Kaliurang, Yogyakarta Marissa Haque, Ikang Fawzi, Indro Kimpling