Ikang Fawzi dan Ian Antono dalam Hanya Satu Kamu, Lagu untuk Marissa Haque

Ikang Fawzi dan Ian Antono dalam Hanya Satu Kamu, Lagu untuk Marissa Haque
Ikang Fawzi dan Ian Antono dalam Hanya Satu Kamu, Lagu untuk Marissa Haque

Total Tayangan Halaman

"Hanya Satu Kamu": oleh Ikang Fawzi (Sumpah Janji Ikang Fawzi untuk Marissa Haque)


Ikang Fawzi & Chandra Darusman: "Citra Bangsaku" (Panggilan Jiwa), 1982

1982, Ikang Fawzi & Chandra Darusman: "Citra Bangsaku" (Panggilan Jiwa), ILUNI (Alumni FISIP-UI dan FE-UI)

1, Karya Marissa Haque Fawzi (Ohio University, School of Film), Dosen: Prof. Jenny Granville

DAMAI BERSAMA MUSIK, 1

2, Karya Marissa Haque Fawzi (Ohio University, School of Film), Dosen: Prof Jennifer Granville

Damai Bersama Musik, 2

3, Karya Marissa Haque Fawzi (Ohio University, School of Film), Dosen: Prof. Jenny Granville

Damai Bersama Musik, 3

Ikang Fawzi dan Ian Antono dalam Live concert di Musicafe, Jakarta

Ikang Fawzi dan Ian Antono dalam Live concert di Musicafe, Jakarta
Ikang Fawzi dan Ian Antono dalam Live concert di Musicafe, Jakarta

Pada 2010, Menuju 25 tahun Cinta, Pernikahan dari Ikang Fawzi untuk Marissa Grace Haque

Pada 2010, Menuju 25 tahun Cinta, Pernikahan dari Ikang Fawzi untuk Marissa Grace Haque
Forever Love Ikang Fawzi to Marissa Haque melalui Kekuatan Cinta, Perhatian, Kasih-sayang, Musik dan Film

Pada 1984-1985, Kharisma Musik dan Lagu Ikang Fawzi Menyihir Marissa Haque

Pada 1984-1985, Kharisma Musik dan Lagu Ikang Fawzi Menyihir Marissa Haque
Film dan Musik Menjodohkan Ikang Fawzi & Marissa Haque dalam Rencana Sophan Sophiaan & Rima Melati

Our Infos Finder

Favorite Quotation of Ikang Fawzi

Learning to accept and love yourself, no matter what others think of you ( Dan Yaccarino in Marissa Haque Fawzi, 2010)



Tampilkan postingan dengan label shahnaz haque. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label shahnaz haque. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Agustus 2011

"Bercita-cita Manggung di KBRI Paris pada Tahun 2012 Besok bersama BIL (Brother in Law) Lovers: dalam Marissa Haque Fawzi"




"BIL (Brother in Law) Lovers: dalam Marissa Haque Fawzi"



Yuk gabung dengan BIL Lovers (the Brother in Law) dengan Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, dan Gilang Ramadhan.




Kindly please enter this address mentioned, as follow: http://www.youtube.com/watch?v​=_sALdI_Lwwc,  
 Regards, Marissa Haque Fawzi

Senin, 11 Juli 2011

Brother in Law dan Ikang Fawzi Tahun 2011: Marissa Haque untuk Gramedia & Kompas

Ikang Fawzi is Back!


Ikang-Fawzi-Anggie-BI

YA, rocker matang era-80an itu rupanya gatal berteriak dan berjingkrak seperti pada masa kejayaaanya dulu. Suami aktris senior Marissa Haque itu memutuskan untuk kembali eksis di industri musik Tanah Air.


“Main musik itu suatu berkah untuk orang lain, makanya saya pun merasa bersalah kalau enggak bisa menghasilkan sebuah karya lagi, jadi saya putuskan untuk aktif (menyanyi) lagi,” bilang Ikang saat menggelar konser “Go Clean” di Gedung Bentara Budaya, Palmerah, Jakarta Barat, baru-baru ini.


Akan tetapi, rocker yang identik dengan lagu Preman itu tak kembali ke panggung musik dengan bersolo karier. Kali ini, dia turut mengajak saudara-saudara iparnya, yakni Ekki Soekarno (suami Soraya Haque) dan Gilang Ramadhan (suami Shahnaz Haque) membentuk sebuah band bernama Brother In Law (BIL) Project.


Konsep untuk membentuk band dengan saudara ipar sudah lama direncanakan pria berusia 51 tahun ini. Namun, baru tahun ini pelantun soundtrack film legendaris Catatan Si Boy itu berhasil mengajak mereka mengeluarkan sebuah album.


marissa-haque-ikang-fawzi-soraya-haque-ekki-soekarno-shahnaz-haque-gilang-ramadhan-adhi-madura-dalam-musik-sawah-bersama-bil-7-juli-20111“Kita udah dari 10 tahun lalu ngeband bareng, tapi baru bisa bikin album ya sekarang. Karena memang semakin tua kesibukan bukannya makin berkurang, malah bertambah. Jadinya agak susah untuk bisa ketemu setiap hari di studio,” beber Ikang.


Bersama Ekki dan Gilang di BIL Project, Ikang berhasil merilis singel berjudul Hancur Hatiku. Melalui lagu tersebut, Ikang kembali menyuguhkan nuansa musik rock ala tahun 1980-an.


Sumber: http://www.tabloidbintang.com/film-tv-musik/ulasan/13877-ikang-fawzi-is-back.html

Selasa, 12 April 2011

Marissa Haque Fawzi: Sebuah Karya Buku Musik untuk Ayah Ikang Tercinta




Subhanallaaaaah... tak henti kubersujud pada-Mu Ya Allaaaah... Kau berikan seorang suami yang cerdas, baik hati, berbakat, bisa menyanyi, bisa mencipta lagu, bisa berbisnis, dan bersedia membuktikan rasa cintanya melalui hal yang paling kubanggakan...yaitu...back to school. Kembali ke kampus dan mendapatkan MBA dengan nilai "A" bulat untuk ujian thesisnya.

Bila saat lulus S1 dari FISIP UI dulu suamiku meniatkan untuk membahagiakan Ibunda tercintanya, maka kini dengan selesainya S2 nya di bidang sama Business Administration dari FEB UGM adalah total untuk membahagiakanku.

Effort Ikang Fawzi suamiku sungguh luar biasa! Di tengah kesibukannya yang ekstra tinggi, My Love--panggilan cintaku untuknya-- masih membaca dan membuat paper-work sampai subuh. Lalu ba'da adzan subuh suamiku pasti membangunkanku untuk sholat dan do'a bersama. Insya Allah Doktor suamiku kelak akan diperuntukkan bagi kedua putri kami buah cinta yang sudah semakin dewasa dan berkembang sesuai bakat serta minat mereka masing-masing, Bella dan Kiki.



Sebagai 'berbalas pantun-ku' sekarang ini sebuah buku sudah siap diterbitkan, karya tulisanku atas seluruh proses kreatif suamiku dalam koridor musik dan syair lagu-lagunya. Teknik, metodologi serta approach atas langkah strategik (marketing) apa yang dipakainya selama ini, dan mengapa. Insya Allah karya semi akademik ini dapat menjadi pegangan para mahasiswa S1 dan S2 yang hendak mempelajari ilmu Strategik Manajemen dan Marketing.

Insya Allah... Ayah Ikang... j'et aime...

Senin, 11 April 2011

Sebagian Doa Kami Terkabul Lagi: Album BIL Ikang Fawzi & Para adik Ipar Launching ke-Market

Alhamdulillah Ikang Fawzi suamiku mulai dapat pulas tertidur, karena sebagian besar target aktualisasi dirinya rampung. Kali ini di bidang rekaman musik dan lagu terbarunya bersama para ipar: (1) Gilang Ramadhan; dan (2) Ekki Soekarno. Subhanallah, lagunya bagus- bagus dan penuh cita rasa. Insya Allah berhasil di pasaran.

Doaku selalu menyertaimu My Beloved Hubby Ikang Fawzi...

Dari: Ibu Icha

Minggu, 10 April 2011

Setuju Musik Masuk ke Dalam Kurikulum: Ikang Fawzi & Marissa Haque



Jum'at, 04 Maret 2011 17:15 wib

Sumber: http://kampus.okezone.com/read/2011/03/04/373/431483/indonesia-butuh-kurikulum-musik

SURABAYA- Kondisi pelajaran musik di sekolah dasar hingga menengah atas kian memprihatinkan. Bahkan pola-pola pembelajaran terkesan monoton sehingga siswa tidak memahami musik secara pasti. Pelajaran musik di Indonesia hanya sebatas teori saja.

Hal itu disampaikan Ketua Music Teacher Association of Indonesia (MTAoI) Ivon Maria Pek Pien. "Pelajaran musik di Indonesia sangat jauh tertinggal dibanding luar negeri. Oleh karena itu, melalui MTAoI ini akan diperjuangkan agar terwujudnya kurikulum musik skala nasional," kata Ivon di sela-sela acara Open Piano Competition The 11th Galaxy International di Hotel JW Marriot, Jalan Embong Malang, Surabaya, Jum'at (4/3/2011).

Dia menambahkan, di Indonesia, sekolah musik selalu dicampurkan dengan sekolah umum. Beberapa siswa selalu dibebani dengan pelajaran musik yang hanya teori saja. MTAoI berencana menggulirkan kurikulum bagi perkembangan musik di Indonesia, yakni bagaimana menanamkan musik secara benar sejak dini. Kemudian, ketika siswa beranjak dewasa dapat menerapkan musik tanpa harus les privat lagi.

Ivon mengkritik, Indonesia tidak memiliki konservatorium, sebuah wadah untuk mencari bakat-bakat musisi. Di luar negeri, seperti di New York dan Eropa, konservatorium ini sudah melembaga. "Kabarnya sih akan ada pembangunan konservatorium di Indonesia. Sayangnya yang mendanai bukan pemerintah Indonesia, melainkan pemerintah Belanda bekerja sama dengan kampus Widya Mandala Surabaya," ungkapnya. (rfa)(rhs)

Kamis, 10 Februari 2011

Ikang Fawzi & Marissa Haque: 10 Tahun Pernikahan Shahnaz Haque-Gilang Ramadhan

10 Tahun Pernikahan Shahnaz Haque-Gilang Ramadhan: “Kalau Tidak Tahan, Anak Kami Bisa 24 Orang”

gilang-shahnaz-julian

Gilang Ramadhan & Shahnaz Haque (Julian/BI)

“PERNAH lihat orang Jepang bermata belo tidak?” celetuk Shahnaz Haque (38) sambil berpose dengan kostum kimono ala wanita Jepang.

Sang suami, Gilang Ramadhan (47) hanya tersenyum melihat polah istrinya. Beberapa detik kemudian, Shahnaz sudah berada tepat di samping Gilang yang asyik menguyah kacang.

“Kami sedang pacaran, lagi kencan,” ceplos Shahnaz tersenyum kecil.

Pacaran yang dimaksud Shahnaz dan Gilang, tentu saja menghabiskan waktu bersama tanpa diusik ketiga anaknya.

"Anak-anak kami sedang sekolah. Kami sering memanfaatkan waktu sempit ini untuk jalan-jalan,” ujar Gilang.

Kami meminta pendapat Gilang tentang penampilan istrinya saat itu. “Hmm... jadi nafsu nih, habis kamu seperti paduan cewek Jepang dan India sih,” Gilang tersenyum nakal.

Dibilang begitu, pipi Shahnaz memerah. Beginilah keseharian pasangan Shahnaz Haque-Gilang Ramadhan. Penuh keceriaan dan selalu mesra.

“Tidak terasa, Mei nanti pernikahan kami berumur 10 tahun. Akhirnya, sampai juga ya pah, enggak disangka,” Shahnaz tersenyum dan disambut tawa Gilang.

“Tapi Gilang bukan pria yang romantis. Dia tidak pernah memberi saya bunga, cokelat apalagi lagu. Dia hanya memberi saya tiga anak yang lucu-lucu dan mukanya mirip Gilang semua. Itu lebih dari cukup,” jawab Shahnaz ketika ditanya kado apa yang ingin ia terima dari Gilang di perayaan 10 tahun pernikahannya nanti.

“Jadi, kami tidak bikin perayaan apa-apa. Kita bikin anak saja yuk pah,” Shahnaz tersenyum manja. Suami-istri ini berbagi pengalaman mengarungi bahtera rumah tangga 10 tahun terakhir lengkap dengan lika-likunya.

Masa-masa Sulit di Awal Pernikahan

Merunut awal percintaan hingga rumah tangga mereka dianugerahi tiga bidadari cantik, Shahnaz bertutur pernikahannya pernah melalui masa sulit.

“Itu lumrah, setiap rumah tangga pasti mengalami itu,” bilang Shahnaz. Yang jadi perkara, Shahnaz-Gilang justru mengalami masa sulit di awal pernikahan.

“Di usia 29 tahun, saya sudah memilki segalanya. Punya rumah sendiri dan materi yang berkecukupan, pekerjaan dan gelar.. Saya tidak terburu-buru menikah karena itu bukan sesuatu yang mendesak. Tiba-tiba Allah mempertemukan kami dan saya benar-benar tidak bisa berkutik,” ungkap Shahnaz.

Itu yang jadi masalah. Meski Shahnaz yakin Gilang jodohnya, mengubah pola hidup yang sudah tersusun rapi kemudian hidup dalam satu atap tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Jelas ada perbedaan.

”Namanya juga rumah tangga, pastilah ada ribut-ribut kecil karena perbedaan pendapat. Menyatukan dua pribadi yang sudah matang itu sulit sekali,” bilang Shahnaz.

Untungnya itu tidak lama. Satu bulan menikah, Shahnaz hamil. Keadaan berubah membaik.

“Saya jadi percaya ungkapan anak bisa mempersatukan orangtua. Hubungan kami jadi dekat karena Gilang mengurusi kehamilanku,” sebut adik Marissa Haque ini.

Sejak Shahnaz hamil, Gilang melakukan perubahan besar dalam hidupnya. Dari rocker menjadi pengasuh bayi.

“Salah satu yang bikin kami bertahan sampai saat ini, karena saya tahu dia sayang banget dengan anak-anak. Dia ikut temani aku bangun jam dua pagi ketika aku harus menyusui bayi. Malah, dia lebih telaten dari aku dalam mengurus bayi,” ungkap Shahnaz.

Yang dibutuhkan istri adaah sosok pria yang bisa melindungi dan merawat anak-anaknya. Gilang sudah lebih dari cukup memenuhi kriteria Shahnaz menjadi suami yang baik.

Jika anak bisa mempersatukan mereka, tak heran bila sebulan setelah putri pertamanya, Pruistin Aisha, Shahnaz hamil lagi.

“Awal-awal pernikahan kami sudah disibukkan dengan dua buah hati. Ternyata Gilang tokcer juga ya. Makanya, menikahlah dengan orang Sunda,” kata Shahnaz sambil terkekeh.

Giliran Gilang menimpali sambil menahan senyum.

“Mungkin, kalau tidak ditahan, anak kami bisa berjumlah 24 orang.”

Gilang Ramadhan: Poligami?

Era ’80 sampai ‘90-an, siapa yang tak kenal Gilang Ramadhan? Tabuhan drumnya mampu menyihir banyak wanita. Rockstar memang selalu identik dengan wanita.

Namun, apa yang membuat Gilang bisa setia pada satu cinta?

”Saya punya prinsip, satu saja pusing mengurusnya apalagi dua atau tiga,” kata Gilang menjawab apakah dia setuju poligami.

Ia membayangkan, jika dirinya menikah lagi, korbannya bukan hanya Shahnaz, tapi juga anak-anak.

“Yang namanya kasih sayang itu enggak bisa dibagi-bagi. Anak-anak pasti merasakan,” cetusnya.

Inilah yang menenangkan hati Shahnaz. Ia bersyukur, Tuhan menjodohkannya dengan Gilang.

“Saya pernah berpikir. Mungkin melamun. Banyak pasangan lain yang tidak sebahagia saya. Ada maasalah rumah tangga atau kelakukan si suami yang aneh-aneh. Di situ saya bersyukur memiliki Gilang. Dai begitu menyayangi keluarga ini. Bahkan, bisa dibilang, dia lebih takut menyakiti hati anak-anaknya ketimbang menyakiti hati istrinya sendiri. Itu yang saya kagumi,” urai Shahnaz.

Mereka berharap, usia rumah tangga ini tidak berhenti sampai bilangan sepuluh saja. Masih ada belasan dan puluhan tahun lagi yang harus dilalui.

“Setiap hari kami berusaha membenahi kekurangan masing-masing. Komunikasi itu poin yang amat penting untuk pernikahan ini,” sebut Gilang.

“Janji ya pah, jangan tinggalkan aku. Meninggalnya jangan cepat-cepat, nanti aku tidak ada yang menemani,” pinta Shahnaz diiringi anggukan kepala Gilang. Duh mesranya.

(jul/gur)

Sumber: http://www.tabloidbintang.com/berita/sosok/8819-10-tahun-pernikahan-shahnaz-haque-gilang-ramadhan-kalau-tidak-tahan-anak-kami-bisa-24-orang.html

Musik dalam Gebyar BCA, 2008

Musik dalam Gebyar BCA, 2008
Yuni Shara Penyanyi Favorite Marissa Haque Istri Ikang Fawzi

Musik adalah Nafas Hidup Ikang Fawzi

Musik adalah Nafas Hidup Ikang Fawzi
Nafas Hidup Ikang Fawzi Suami Marissa Haque di Dalam Karya Musik rock Indonesia

Ikang Fawzi Menyapa Hati Bella Fawzi sang Sulung dengan Musik

Ikang Fawzi Menyapa Hati Bella Fawzi sang Sulung dengan Musik
Musik adalah Bahasa Komunikasi di Rumah Ikang Fawzi & Marissa Haque

Chikita Fawzi sang Bintang Musik Rock Indonesia di Malaysia

Chikita Fawzi sang Bintang Musik Rock Indonesia di Malaysia
Bersahabat dengan Anak Menularkan Cinta Seni Musik Rock

Rock Indonesia Selalu bersama Ikang Fawzi & Ian Antaono

Rock Indonesia Selalu bersama Ikang Fawzi & Ian Antaono
Rock Indonesia bersama Ikang Fawzi & Ian Antono

Lustrum & Dies Natalis FH UGM, Justice for Indonesia, Marissa Haque Istri Ikang Fawzi

Lustrum & Dies Natalis FH UGM, Justice for Indonesia, Marissa Haque Istri Ikang Fawzi
Lustrum & Dies Natalis FH UGM, Justice for Indonesia, Marissa Haque Istri Ikang Fawzi MC Yogyakarta, FH UGM, Manusia Setengah Dewa

Musik Rock Meng-embeded pada Bella Fawzi Sulung Ikang Fawzi

Musik Rock Meng-embeded pada Bella Fawzi Sulung Ikang Fawzi
Musik Rock Meng-embeded pada Bella Fawzi Sulung Ikang Fawzi

Ikang Fawzi Inspirasi Bermusik

Ikang Fawzi Inspirasi Bermusik
Ikang Fawzi Inspirasi Bermusik

Insya Allah Ikang Fawzi & Marissa Haque adalah Contoh Berumah Tangga Seniman Terbaik Indonesia

Insya Allah Ikang Fawzi & Marissa Haque adalah Contoh Berumah Tangga Seniman Terbaik Indonesia
Cinta Ikang Fawzi pada Marissa Haque di Pandang Pertamanya pada Film Arahan Sophan Sophiaan (1984), Musik dan Film adalah Perekatnya

Ikang Fawzi dan Addie MS, Twilight Ochestra

Ikang Fawzi dan Addie MS, Twilight Ochestra
Ikang Fawzi dan Addie MS, Twilight Ochestra

UGM Tercinta, Ikang Fawzi & Marissa Haque, Kenangan Kemenangan kecil Marissa Haque, Ikang Fawzi

UGM Tercinta, Ikang Fawzi & Marissa Haque, Kenangan Kemenangan kecil Marissa Haque, Ikang Fawzi
UGM Tercinta, Ikang Fawzi & Marissa Haque, Kenangan Kemenangan kecil Marissa Haque, Ikang Fawzi, MM UGM, Program MBA, Yogyakarta, 25 Januari 2011

Isabella Fawzi, anak Ikang Fawzi & Marissa Haque, Dear Dad! this is for you!

Isabella Fawzi, anak Ikang Fawzi & Marissa Haque, Dear Dad! this is for you!
Isabella Fawzi, anak Ikang Fawzi & Marissa Haque, Dear Dad! this is for you!

Ikang Fawzi Suami Marissa Haque, Malam Perpisahan Sehari sblm Wisuda, MBA dari FEB UGM,

Ikang Fawzi Suami Marissa Haque, Malam Perpisahan Sehari sblm Wisuda, MBA dari FEB UGM,
Penyanyi Rock Indonesia Pertama dapat MBA dari UGM, Ikang Fawzi Suami Marissa Haque, Malam Perpisahan Sehari sblm Wisuda, MBA dari FEB UGM, Jan 2011

Musik Mempersatukan Setiap Lini Sosial, Ikang Fawzi & Marissa Haque, dan FH UGM di Lereng Merapi

Musik Mempersatukan Setiap Lini Sosial, Ikang Fawzi & Marissa Haque, dan FH UGM di Lereng Merapi
Silaturahim KAGAMA bersamaFH UGM di Kaliurang, Yogyakarta Marissa Haque, Ikang Fawzi, Indro Kimpling